Inilah Mengapa Swabelajar Begitu Penting Di Zaman yang Serba Cepat Saat Ini

Inilah Mengapa Swabelajar Begitu Penting Di Zaman yang Serba Cepat Saat Ini

Belajar mandiri atau swabelajar pada awalnya mungkin sangatlah sulit dan cenderung sedikit menakutkan. Pasalnya bukan hanya tantangan berupa harus mencari materi pembelajaran sendiri, kesulitan lainnya yaitu harus dapat memvalidasi apa yang dipelajari tersebut benar atau salah. Namun, jika kita ingin mengejar dan tetap relevan di dunia yang terus berubah, belajar mandiri sangatlah penting bagi kita di era modern ini.

Menurut Malcom Knowles, belajar mandiri didefinisikan sebagai:

“Proses di mana individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dalam mendiagnosis kebutuhan belajar mereka, merumuskan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi sumber daya manusia dan materi untuk pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran”.

Dalam suatu penelitian yang dilaporkan oleh Harvard Business Review juga mengungkapkan bahwa kita ‘jarang tumbuh sendiri’ dan kita lebih bersiap untuk belajar dan memperluas pengetahuan sebagai suatu kelompok.

Sehingga kita memiliki suatu mind set berupa tumbuh bersama-sama dalam suatu organisasi ataupun tim dimana kita berada. Namun sampailah kita pada suatu titik dimana kita perlu stand out, atau mencari hal yang khusus yang hanya dimiliki kita sendiri agar dapat unggul dan memiliki tempat khusus dalam suatu kelompok tersebut.

Dalam bidang ekonomi dan kemasyarakatan dimana inovasi begitu cepat dari dekade ke dekade-nya, tantangan besar bermunculan yang mengharuskan resolusi-resolusi yang cepat. Resolusi ini berupa menghadapi masa depan yang tidak dapat diprediksi dan kemampuan untuk beradaptasi.

Seringkali dalam penyebaran pengetahuan, terdapat gap atau celah yang dapat menimbulkan rasa takut. Rasa takut tersebut menyebabkan penundaan, penyangkalan, dan ketidaktahuan.

Untuk menghilangkan celah tersebut, peran teknologi sangatlah krusial. Teknologi yang dapat menghubungkan manusia, adalah satu-satunya cara untuk melengkapi diri kita dengan mobilitas yang kita butuhkan untuk memerangi masa depan yang tidak dapat kita prediksi.

Kita dapat melihat hal ini dalam peningkatan penggunaan Internet di seluruh dunia. Berkembangnya sistem pembelajaran online, pergeseran kursus Universitas ke online, dan bahkan situs jejaring sosial memiliki dampak yang signifikan kepada masyarakat.

Karena kecepatan dimana inovasi yang meningkat dan semakin mudahnya mengakses pembelajaran, kesenjangan keterampilan pun meningkat secara signifikan yang mengharuskan kita untuk terus selalu meningkatkan keterampilan. Peningkatan keterampilan tentulah bukan hanya untuk bersaing melainkan untuk menyeimbangi dan dapat berkolaborasi.

Saat informasi tersebar di mana-mana, teknologi memainkan peran penting dalam mempercepat kemampuan kita untuk mengakses pengetahuan. Ini adalah tanda-tanda bahwa zaman terus maju dan berubah kearah zaman yang lebih modern.

Temuan yang diterbitkan, dalam Tinjauan Internasional Penelitian dalam Pembelajaran Terbuka dan Jarak Jauh, menyatakan bahwa “jumlah yang dipelajari dari kelas online agak lebih besar daripada di kursus berbasis kuliah tradisional.”. Hal ini mengindikasikan bahwa meningkatnya kesadaran akan butuhnya peningkatan keterampilan dan semakin mudahnya dalam mengakses pembelajaran.

Namun terdapat problema lain yang mungkin kita harus renungi juga saat ini selain dari kesadaran dan keinginan kita dalam belajar, yaitu cara mengevaluasi apa yang akan dan yang telah kita pelajari.

Masyarakat, terutama kaum muda, disajikan dengan gagasan bahwa hasil ujian adalah suatu ukuran ‘kecerdasan’. Karenanya nilai tersebut merupakan nilai semu yang mereka cap pada diri mereka sendiri di masyarakat.

Masa depan kita bergantung pada kemampuan kita untuk menerapkan pemikiran kritis dan pemecahan masalah dan bukan dari suatu nilai berupa angka yang ada di secarik kertas.

Alih-alih mencoba memberi pengetahuan yang dibutuhkan, peran pendidikan juga perlu membekali dengan alat dan keterampilan untuk memperoleh pengetahuan itu sendiri. Sehingga apa yang dipelajari tidak menjadi sia-sia dan berakhir di secarik kertas.

Agar ini efektif, peran kita juga harus memupuk keinginan, tujuan, dan alasan untuk belajar. Agar apa yang dipelajari dapat berguna dan dapat berkembang.

Pembelajaran dianggap sukses apabila kita tertarik dengan apa yang kita pelajari dan memahami mengapa kita mempelajari hal tersebut.

Pada akhirnya dalam belajar mandiri yang dibutuhkan adalah suatu mentalitas berupa perilaku, yaitu berupa otonomi, penguasaan, dan tujuan sehingga menjadikan pembelajaran bermakna.

Share juga apa yang menjadi menurut kamu di kolom komentar tentang perihal swabelajar atau belajar mandiri. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan mengetahui lebih banyak tentang informasi menarik di swabelajar.com.

Content writer at Swabelajar.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *