Pembahasan Tes TKP Dengan Sistem CAT CPNS

Pembahasan Tes TKP Dengan Sistem CAT CPNS

Berisi pembahasan bagaimana cara menjawab Tes TKP dengan sistem CAT CPNS (Tes Karakteristik Pribadi). Tes TKP memiliki passing grade terbesar yaitu sebesar 126 poin dari total 175 poin keseluruhan.

Selain itu tes nya tergolong lebih mudah dibanding yang lain. Untuk itu sangat disayangkan jika mendapat nilai skor kecil di tes ini. Diperlukan konsep pemahaman apa sih karakteristik yang sedang dicari oleh negara pada TKP ini.

Kriteria penetapan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2019. Adapun lima aspek penilaian dalam pelaksanaan seleksi yang dijadikan tema soal dalam Tes Karakteristik Pribadi (TKP) diantaranya adalah:

Pelayanan Publik

Aspek penilaian yang memiliki tujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam menampilkan perilaku keramah tamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki.

Adapun dua hal yang penting dari aspek penilaian ini adalah:

  1. Menilai kemampuan peserta dalam menampilkan perilaku keramah tamahan dalam bekerja yang efektif. Yang memiliki arti peserta dituntut untuk bisa memilih jawaban yang menunjukan sikap baik, sopan, ramah, tidak mudah marah, tidak mudah kesal, peduli dan sabar dalam melaksanakan pelayanan publik secara efektif.
  2. Menilai kemampuan peserta dalam bekerja secara efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki.
    Maksudnya adalah peserta dituntut agar bisa memilih jawaban yang menunjukkan sikap adil, cepat tanggap, memahami prosedur, syarat, ketentuan, dan kejelasan informasi penting lainnya terkait pelayanan sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan publik sebagai penerima layanan sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki.

TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

Aspek penilaian ini memiliki tujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi informasi secara efektif dalam meningkatkan kinerja. Terdapat beberapa hal yang penting dari aspek penilaian ini yaitu:

  1. Menilai pengetahuan peserta di bidang IT. Bertujuan untuk menilai pengetahuan peserta tentang TIK. Disini peserta akan dituntut untuk memiliki wawasan umum tentang kegunaan alat/sarana/media yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.
    Media yang digunakan seperti internet, komputer, smartphone dan teknologi yang berkaitan dengan TIK lainnya.
  2. Pemanfaatan TIK secara efektif. Bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari secara efektif
    Selain itu juga dapat melihat peluang untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerja.

Sosial Budaya

Aspek penilaian ini bertujuan dalam menilai kemampuan peserta dalam beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk (terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya).

Adapun beberapa hal penting dalam tujuan dari aspek penilaian yaitu:

  1. Bertujuan untuk menilai kemampuan peserta untuk beradaptasi dalam masyarakat majemuk.
    Maksudnya adalah dalam aspek ini peserta dituntut untuk bisa memilih jawaban yang menunjukan sikap menghormati, toleransi, tenggang rasa atau tepa selira dalam menghadapi keragaman agama, suku, budaya, dan sebagainya.
  2. Bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam bekerja secara efektif pada lingkungan masyarakat majemuk.
    Maksudnya adalah peserta dituntut agar bisa memilih jawaban yang menunjukan kemampuan untuk menyaring nilai-nilai sosial budaya asing yang masuk akibat globalisasi serta mengimplementasikan nilai-nilai positifnya melalui perilaku sehari-hari agar dapat beraktifitas dan bekerja secara efektif.

Profesionalisme

Profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara melakukan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.

Profesionalisme berasal dari profesi yang bermakna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI 1994). Profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Profesionalisme mengedepankan kemampuan dan keinginan besar ASN untuk melakukan tugas dan kewajiban sesuai dengan tugas dan fungsi pekerjaan dengan penuh tanggung jawab.

Aspek penilaian ini bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan. Adapun beberapa hal penting tujuan dari aspek penilaian ini, diantaranya adalah:

  1. Bertujuan untuk menilai pengetahuan peserta tentang tugas dan fungsi pada suatu jabatan, serta mengimplementasikannya dalam pelaksanaan kerja sehari-hari. Contoh:
    a. Petugas loket pelayanan memiliki tugas dan fungsi sebagai pegawai yang memproses permohonan layanan yang diajukan pelanggan, serta memberikan pelayanan secara adil dan responsif.
    b. Pegawai bidang kehumasan memiliki tugas dan fungsi sebagai pegawai yang mempublikasikan informasi kepada masyarakat/pelanggan/publik, secara jelas dan mudah dipahami.
    c. Customer service memiliki tugas dan fungsi sebagai pegawai yang membantu pelanggan dalam merespon keluhan, atau memberikan informasi tentang produk dan layanan perusahaan secara ramah dan sopan.
  2. Bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam menampilkan sikap-sikap profesionalisme dalam bekerja, seperti bertanggung jawab, cepat tanggap, ataupun tidak menyalahgunakan wewenang jabatan yang dimiliki.

Jejaring Kerja

Bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam membangun dan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi, dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif.

Adapun beberapa hal penting tujuan dari penilaian ini, yaitu:

  1. Bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam membangun dan membina hubungan. Artinya, dalam aspek ini peserta dituntut untuk bisa memilih jawaban yang menunjukan sikap mau berhubungan dengan orang lain, membina hubungan yang harmonis secara berkelanjutan, dan memiliki empati (memahami pikiran dan perasaan orang lain).
  2. Bertujuan untuk menilai kemampuan peserta dalam bekerja sama, berbagi informasi dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif. Artinya, dalam aspek ini peserta dituntut untuk bisa memilih jawaban yang menunjukan kemauan untuk bekerja sama dengan orang lain, memiliki jaringan informasi yang luas serta kekompakan tim dalam menyelesaikan permasalahan secara efektif.

Kamu termasuk orang yang narsis ga sih?. Tau ngga Narsis itu sebenarnya gangguan jiwa. Cek disini ya untuk lebih detailnya Narsistik atau Narsis Adalah …. Untuk kamu yang suka kulineran, patut dicoba 13 Ramen di Bandung Terbaik ini. Dijamin bikin ngiler!.

Administrator at Swabelajar.com